Apa
yang ada dalam pikiran kita semua ketika mendengar atau membicarakan kata-kata
tersebut? Mungkin ada yang merasa kassihan, jijik, atau bahkan biasa-biasa
saja.
Hampir
setiap hari dalam satu minggu aku pulang pergi dari Indramayu ke Cirebon
kemudian pulang lagi ke Indramayu (karena tempat kuliahku berada di Cirebon). Dan setiap melakukan perjalanan tersebut, ada
beberapa pengalaman yang terkadang membuat aku merasa miris karena semakin
banyak saja orang gila yang berkeliaran di jalanan.
Dari
rumah menuju kampus, bisa ditempuh melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama melewati jalur Jatibarang atau
Kertasmaya. Yang kedua adalah melewati
jalur Karang Ampel. Tapi, aku lebih
sering melewati jalur yang kedua, selain lebih dekat jalannannya juga relativ
lebih sepi daripada jalur yang perttama.
Ketika
melewati Karang Ampel ada satu orang gila yang setiap hari mangkal di sana. Tapi herannya hanya pagi hari aku melihatnya,
sementara sore hari ketika aku pulang dari kampus, dia jarang kelihatan hanya
dua atau tiga kali aku pernah melihatnya.
Meskipun sedikit penasaran, tapi masa iya aku harus ngikutin orang gila
tersebut.
Beberapa
kali aku juga melihat orang gila yang sama di daerah lain yang masih satu
jalur. Pertama kali melihatnya aku
merasa kaget, karena menurut aku dia tidak terlihat seperti orang gila, mungkin
karena dia masih berpakaian lengkap. Waktu
itu dari arah belakng aku melihat ada mobil mendekat, jadi aku memutuskan untuk
berjalan sedikit ke pinggir. Tiba-tiba
orang gila tersebut seperti hendak memukulkan kayu yang ada ditangannya
kepadaku. Sontak aku kaget, untung aku
masih bisa mengendalikan motor hingga tidak sampai jatuh. Beberapa hari kemudian aku melihat orang gila
yang sama, dan karena aku sudah tahu dia kurang waras, maka akupun berjalan
agak sedikit ke tengah.
Di
hari yang lainnya aku melihat seorang laki-laki yang mengendarai motor. Tapi ada yang aneh dengan laki-laki
tersebut. Dia mengendarai motornya
sambil berteriak-teriak nggak jelas, aku jadi ngerasa takut sendiri. Akhirnya aku putuskan untuk tancap gas dan
kabur secepatnya. Dalam hati berkata,
wah makin banyak dan semakin aneh saja orang gila pada zaman sekarang.
Yang
paling parah adalah ketika suatu hari ban motorku bocor. Waktu itu aku berdua dengan temanku. Kami memutuskan untuk menambal ban di by pass
terlebih dahulu. Saat itu kami berdua
duduk di bangku yang ada di tempat tersebut.
Karena capek duduk, aku meutuskan untuk berdiri sejenak. Betapa kagetnya ketika aku menengok ke salah
satu arah yang letaknya tidak jauh dari tempat tersebut, aku melihat orang gila
sedang duduk di bawah pohon. Akupun memutuskan
utnuk dudu kembali dan berbisik kepada temanku tentang keberadaan orang gila
tersebut. Temanku berdiri dan melihatnya
sebentar, lalu duduk lagi.
Tidak
lama setelah temanku duduk kembali, datanglah seorang laki-laki menegndarai
motor. Pemilik bengkel tambal ban
tersebut masuk ke dalam, diikuti oleh laki-laki yang baru datang tersebut. Aku merasa penasaran dengan laki-laki yang
baru datang tersebut, akupun pura-pura kecapean dan menggerak-gerakkan kepalaku
ke kanan dan ke kiri. Laki-laki tersebut
tidak lama kemudian pergi. Aku berbisik
pada temanku, ‘menurut kamu yang barusan datang itu siapa? “Preman yang menagih
uang keamanan,” jawab temanku. “Aku juga
berpikir demikian,” kataku.
Tidak
berapa lama setelah preman tersebut pergi, banku yang bocorpun selesai
diperbaiki. Kemudian aku membayar ongkos
tambal ban tersebut. Saat saya membayar,
Bapak tersebut memperingatkan kami. “Awas!
Orang gila tersebut sering melempari batu,” kata Bapak tersebut pada kami. “Sebaiknya kalian jalan agak ke tengah dan
tancap gas,” lanjut Bapak tersebut. Benar
kata Bapak tersebut, baru saja aku menstarter motor aku, orang gila tersebut
berdiri sambil menggenggam kerikil di tangannya. Akupun menuruti omongan Bapak tersebut. Benar saja orang gila tersebut melempari
kami, untungnya tidak mengenai aku ataupun temanku.
Masih
banyak lagi orang gila yang pernah aku temui selama perjalana pulang-pergi dari
rumah ke kampus. Dan tidak mungkin aku
sebutkan satu per satunya.
Ya
Allah Yang Maha Pengasih, jangan biarkan aku menjadi seperti mereka. Selalu lindungi aku, selalu ingatkan aku, dan
berilah yang terbaik untukku, keluargaku, guru-guruku, teman-temanku seiman dan
se-Islam. Karena Engkaulah Yang Maha
Mengetahui segala yang ada di bumi dan di langit. Amiin.....
By : Syarifah Mudaim.
By : Syarifah Mudaim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar