Jumat, 05 Desember 2014

sekelumit kisahku

Hidup memang penuh warna, sungguh maha sempurna Allah Sang Maha Pencipta.  Beragam kisah telah saya dapatkan dari lingkungan sekitar rumah.  Ada yang sedih, dan ada juga bahagia, ada juga yang biasa-biasa saja.

Sebut saja namanya "Q" dia adalah sepupu saya, kemarin dia baru saja melahirkan anak yang keduanya.  Anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki dan yang kedua ini perempuan, so lengkap sudah.  Melihatnya kadang saya merasa iri, karena di usianya yang baru sekitar 27 tahun dia sudah menjadi ibu dari dua orang anak.  Sedangkan saya yang usianya lebih tua 1 tahun, jangankan suami pacar saja tidak punya.  Kadang saya merasa hidup saya ini begitu menyedihkan sekali.

Berbeda cerita dengan tetangga saya, seorang perempuan beranak dua.  Dia pergi kerja ke luar negeri jadi Tenaga Kerja Wanita.  Saat si perempuan itu bekerja di luar negeri suaminya pergi merantau ke Jakarta, sementara kedua anaknya dititipkan di rumah orang tua si suami.  Setelah pulang betapa kagetnya dia karena ternyata suaminya menikah lagi.  Entah saking bodohnya tuh perempuan atau saking cintanya dia sama suaminya, permpuan bukannya pulang ke rumah orang tuanya eh malah memperbaiki rumah tempat tinggal dia dan suaminya dulu yang berada tepat di samping rumah mertuanya.  Saat suaminya pulang kampung halaman, si suami bertanya "kamu ngapain memperbaiki rumah ini.  Toh rumah ini tidak berdiri di atas tanah orang tua kamu?"

Si perempuan hanya diam, yang menjawab justru kedua mertuanya atau kedua orang dari suaminya sendiri.  "Kamu ngapain bentak-bentak istri kamu, saya yang sudah kasih izin ke dia untuk memperbaiki rumah ini.  Tanah ini juga bukan tanah milik kamu.  Kamu mau pergi ke manapun terserah kamu." balas sang bapak mertua (orang tua suami).

"Iya kamu tidak balik-balik ke sini juga tidak apa-apa, istri kamu ikut kepada anak-anaknya, dan anak kamu juga." sang ibu mertua menimpali.

Di lain waktu ketika suaminya sudah kembali ke istri mudanya, sang mertua menasihati perempuan tersebut.  "Sudah kamu tidak perlu pikirkan suami kamu, kalau kamu mau berjualan, berjualan saja.  Lumayan untuk biaya hidup kamu dan anak-anakmu."

"Iya kalau suami kamu suatu hari nanti pulang dan minta rujuk sama kamu, ya kalian rujuk.  Ibu merasa yakin kalau suatu hari nanti dia akan kembali ke kamu." Kata Ibu mertuanya menambahkan.

Melihat kedua kejadian tersebut saya jadi bingung.  Kalau lihat yang pertama, rasanya ingin secepat mungkin dapat pasangan hidup, tapi kalau lihat kenyataan yang kedua, jadi ragu deh.  Jadi bagaimana dong????? Itu sih terserah yang mengatur kehidupan ini saja deh, hidup kita ini kan di ibaratkan hanya sebagai boneka yang dimainkan oleh dalang.  Dalanglah yang menentukan jalannya sebuah cerita dalam pewayangan.  lalu siapa dalang yang mengatur kehidupan manusia ini????? Dia-lah Allah Sang Maha Pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar